Arya Wedakarna, Sosok Fenomenal ?


 “Saya mungkin orang yang paling beruntung, karena bisa langsung bertemu dengan sosok Wedakarna. Dan bangga memiliki sosok tokoh hebat muda,”kata salah satu mahasiswi dengan nada gugup. Ia adalah salah satu peserta yang hadir dari sekian undangan saat sarasehan Ketahanan Ekonomi Bali, Jumat ( 5/5) lalu di Royal Garden, Sanur.

Dari Lima Speaker yang ada, mulai dari Rektor Universitas Udayana, PHDI, Majelis Desa Pakraman (MDP), Deputi BI Denpasar, dan Rektor Universitas Mahendradata, siapa lagi kalau bukan, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Vedakarna MWS III.

Pada sarasehan tersebut banyak mengupas mengenai sendi ekonomi masyarakat Bali yang terpuruk jauh, dan harus kalah dengan para pendatang dengan “angkuhnya” memonopoli lahan dan bidang ekonomi. Pada sesi tersebut, Arya Wedakarna mendapatkan kesempatan memberikan pandangan terhadap realitas tersebut diatas.

Seperti biasa, dan sudah diketahui publik di Bali. Gagasan dan ide-ide brilian yang konon disebut sebagai Rektor termuda di negeri ini mengalir deras tanpa koma. Lantang menyurakan kekalahan Bali dari segala lini. Baginya, itu akibat grand design perekonomian Bali belum jelas dan absurd. Belum lagi, “yel-yelnya”selama ini yang ia suarakan agar yadnya di Bali tak meriah tanpa pemaknaan yang jelas. Harus sesegara mungkin disederhanakan. Titik!

Semua peserta yang hadir pada kegiatan tersebut, diam, hening, melongo. Ada yang menganga melihat sosok “raja Bali” ini yang belakangan mendapatakan pro-kontra. Dualitas! Ada terbahak mendengar anekdognya, diiringi suara tangan yang mengatup dengan kencang. Diantara pemateri yang hadir, Wedakarna nampak mendapatkan perhatian yang lebih. Entah karena ketampanannya atau memang hot isu dengan agenda yang seringkali bertebaran di media masa di Bali, memuat tentang dirinya.

Usai pemaparan dari olah pikir alumini Tri Sakti tersebut, respon yang lainnya mengangguk tanpa ragu. Terlebih para mahasiswi yang hadir, dari awal hingga akhir tak lepas dari sorotan Pria yang pernah menjadi Coverboy Majalah Aneka Yess Jakarta 2003 silam tersebut.

Lain halnya dengan para peserta yang memiliki usia kira-kira 30 tahun keatas, nampak berbinar, nyengir sembari dihadiahi tepuk tangan penuh harapan. Usai sarasehan, nyeletuk salah satu peserta dari mahasiswi yang duduk paling belakang. “Aku nge-fans banget ama dia,”ucanya menimpali mahasiswa lain yang juga berbinar menyaksikan aksi Wedakarna dalam sarasehan itu.

“Kita butuh orang-rang seperti ini di Bali, Revolusiner, harus ada yang frontal,” kata salah satu pegawai bank penuh semangat kepada saya. Untuk menyeimbangkan, saya pilih mengangguk.

Sosok Fenomenal

Arya Wedakarna atau lengkapnya Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, seringkali menjadi hot isu dikalangan pemerhati, pengamat, akdemisi, lembaga keumatatan, mahasiswa hingga pelajar. Mungkin saya klaim keterlaluan bagi anda, yang tak tahu sosok ini apalagi melek IT.

Sisi lainnya seringkali menjadi sarapan pagi. Mulai pandangan dari A-Z jamak di temukan. Bagi yang kontra dengan aksinya, mungkin tokoh muda berpengaruh satu ini seringkali mendapat cibiran yang tak enak. Kadang kala saya risih harus memilih dan memilahnya. Yang saya ketahui, ketika tokoh tersebut melakukan kerjasama yang mengatsnamakan Bali dan Negara ini, cibiran negatif datang begitu deras.

Muka sumringah, mengumpat. Energi negatif yang dikeluarkan oleh orang tadi begitu nampak. Terlebih auranya. Mengerikkan! “Cari sensasi” ungkap salah teman yang membaca info seremonial di salah satu koran beberapa saat yang lalu. Kalau sensasinya bermanfaat dan menginspirasi, bagaimana ya?

“Dia kan banyak duit, jadi wajarlah. Diakan jadi rektor dan pengurus partai, wajarlah. Diakan keturunan bangawan, jadi warjalah.” Hal ini lumrah terdengar, bahkan embel-embel lainnya pun mengikuti. Bahkan saya sulit membedakan, (orang di posisi yang kontra dengannya) antara kritikan dan dendam. Beda tipis, 11-12.

Beda halnya dengan mereka yang pro dengan aksi Wedakarna. Aura dan energi positif terpancar. Yang mendengarkan turut berbahagia sehingga terdorong untuk melakukan lebih baik lagi, kalau bisa, melebihinya. Uraian singkat diatas setidaknya menjadi acuan untuk berfikir lebih jernih, apa yang selama ini dibayangkan, belum tentu seperti apa sebenarnya. Hanya sekadar latah ikut-ikutan menghujat, tanpa alasan yang jelas dan maunya apa?

Untuk mencapai hal dan output yang baik, apakah kita masih membutuhkan pandangan negatif dalam menyikapi segala hal kemungkinan perbedaan? Sampai kapan aura negatif akan mengemuka di mata, hati dan pikiran. Semoga lekas sembuh!

About these ads

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 11/05/2012, in Refleksi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 62 Comments.

  1. Aku tahunya Arya Weda, dia salah satu model majalah Aneka Yess, kemudian mengetahui Wedakarna dari desas desus teman2 di Bali yang katanya kontroversial, eh ga taunya mereka adalah orang yang sama, ga nyangka aja model majalah yang biasa berpose mangap2 (pose paling populer tahun 2000’an) bisa alih profesi jadi orang spiritualis begini..

    Secara umum aku banyak setuju dengan pemikiran Arya Weda yang moderat, Hindu Bali memang harus berubah jika ingin survive, karena arah perkembangan agama masa kini itu bukan pada ritual penyembahan tapi pada konsep (klo ga salah dalam Hindu namanya tatwa) dan implementasi nilai2 humanisme, sehingga ritual seharusnya dikemas secara minimalis..

    Hindu Bali didesain seperti sekarang karena dulu masyarakatnya masih (maaf) bodoh dalam beragama sehingga dibuatlah konsep banten, dimana dalam banten itu sudah tertuang nilai2 tatwa, ketika pengetahuan sudah menjadi santapan sehari2 dan internet membuat referensi mudah tersebar apa banten masih dianggap essensial.??

    Jika Hindu bisa berubah dari masa Rsi Agastya, Rsi Markandya, sampai pada Dang Hyang Dwijendra, kenapa sekarang Hindu Bali menolak perubahan.??

    Konsep banten dan upakara memang perlu tapi sebaiknya hanya dianggap sebagai bagian dari budaya Bali yang merupakan implementasi tatwa itu sendiri, dalam artinya upakara dan banten tidak mesti sama seperti sekarang atau bahkan tidak perlu dilakukan jika dasar tatwanya sudah terpenuhi..

    Kembali pada Arya Weda, sekalipun pemikirannya moderat namun aku tidak terlalu berkesan atas pemikirannya, banyak orang Bali yang sadar akan fenomena ini dan ingin berubah, hanya saja kesempatan untuk bersuara masih minim, sebaliknya aku justru menyayangkan sikap Arya Weda yang aku rasa mulai mengalami gangguan jiwa narsistik akut (seperti Muhammad) yang melegitimasi diri sebagai keturunan Raja. Aku rasa klaim seperti ini sama sekali tidak penting dan justru menjatuhkan dirinya sendiri. Alangkah baiknya jika Arya Weda membuktikan angan2nya untuk merubah Bali, jika sudah berhasil silahkan mengklaim dan melegitimasi diri sesuka hati..

    NB: Sorry komennya panjang, sekalian nitip jejak ya.. ^^

  2. Ramalan Joyoboyo yang mengulas Sabdopalon Noyogenggong:
    a. …; mumpuni sakabehing laku; nugel tanah Jawa kaping pindho; ngerahake jin setan; kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda; landhepe triniji suci; bener, jejeg, jujur; kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong (menguasai seluruh ajaran (ngelmu); memotong tanah Jawa kedua kali; mengerahkan jin dan setan; seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda; tajamnya tri tunggal nan suci; benar, lurus, jujur; didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong).
    b. nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti (menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi)

  3. anindya : kalau masyarakat Bali dikatakan bodoh dulunya , secara general saya tak sependapat. Dan kata “bodoh” menurut saya sebagai orang bali terlalu sombong dan tak menghargai leluhur. saya tahu diri, bukan berarti menyombongkan keturuanan. sebodoh-bodohnya leluhur (kami) ia tetap adalah orang tua dari orang tua kami secara turun temurun.

    bukankah adanya pandai/pintar berwal dari kebodohon (awidya). saya, termasuk anda lahir pun tak langsung pandai, boro” bisa langsung untuk browsing dan berdebat lainnya, sebagai eksistensi dari kepandaian. :)

    mengenai banten, perlu diketahui bahwa dalam hindu mengenal konsepTri Kerangka dasar agama Hindu. tatwa, etika dan upacara. selain mengedapankan, tatwa dan diaplikasikan dengan perbuatan yg baik (susila) juga adanya korban tulus iklas tanpa pamrih dalam bentuk upacara untukNya. dan itu, realnya kalau di bali di kenal dengan banten/sarana upacara/persembahan.

    banten bukanlah sekadar budaya, namun ada sentuhan rasa dan emosional sebagai perwujudan bhakti. terkadang orang luar (non Hindu) hanya melihat dari sisi luar semata. untuk tidak mengunakan banten, perlu proses panjang. tidak semua manusi a di bali mampu menguasi tatwa dg baik. begirupun diagama lainya, tidak semua bisa mempelajari ajarannya secara utuh dan benar. meskipun ada, itu bisa di hitung dg jari.

    mengenai wedakarna, dia adalah sosok dualitas bagi orang bali saat ini. dengan bragam gebrakan dan mimpi2 yang ia tabur di media massa dan di ruang akdemis. harapan saya hanya optimis!

    tahks sudah berkunjung, jangan kapok untuk singgah lagi ;)

    jati: ramalannya perlu saya pelajari dan buka refrensi lagi, mohon tuntunannya :)

  4. Jika bersedia memerhatikan, saya akui dia cukup fenomenal. Namun jika melihat cara pandang dan lain sebagainya, saya rasa sulit menaruh simpati apalagi turut menganggukkan kepala untuk “resolusi-resolusi” Beliau.

    Ha ha…, mungkin karena saya banyak tepercik pemikiran yang ekstrem kiri dan kanan. Jadi kadang tidak ada yang begitu “wah” lagi. Maka ya fenomena Wedakarna pun akan menjadi biasa-biasa saja.

    Pun demikian, apapun fenomena tersebut, saya harap tidak hanya dia, namun generasi muda di Bali secara umum mampu membagi pemikirannya yang kreatif untuk masa depan nusa tercinta :).

  5. cahya: resolusinya tarkadang absurd, di sisi lain juga karena saya lansung tatap muka dengannya, mungikin beda yang saya rasakan. hahahaa,,,,,

    semoga yang lain pada posisi kreatif, juga mau berbagi :)

  6. knp banyak org Bal yg transmigrasi???
    Knp org Bali yg sdh Transmigrasi milu2 megarang warisan di Bali pdhl sing memenuhi kewajiban?
    Knp ada org yg hebat jika dia bicara?
    Knp selalu membicarakan hal2 yg sdh diketahui?
    knp tidak mewujudkannya?
    knp nama harus dirubah2?
    Knp org Bali kalah bersaing dgn pendatang?
    Jnp mahasiswa megarang dot dadi PNS?
    Ulian demen sante…. trus ngadep tanah warisan anggo nombok…..
    Weda Karna????
    Knp banyak yg tidak setuju gdn dy pdhl bicaranya benar n msk akal?
    jwbnnya, org banyak bicara kadang2 merasa dy yg paling benar,

  7. apa gae ci to, gus????
    Wud tamat kal di Bali apa mulih?

  8. mengenai banyak orang bali transmigran,selain dicanagkan oleh pemerintah tentu ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik di tanah transmigran. setidaknya itu yang sya dapat tangkap, karena saya bagian dari sana.

    tidak semua orang trasmigrasi meggarang tanah warisan, jangan menjendralisasi , adakah fakta dan data yang mendukung??? meskipun ada, itu hanya bisa di hitung jari. jangan mengklaim sepihak.

    orang yang hebat dimaksudnya seperti apa? ruang lingkup hebat sangat luas untuk dipahami…

    terkadang seseorang hanya mengetahui sepihak, dan melihat dari sisi luar dan hany a mendengar tanpa memahai akr permasalahannya. dalam hal ini, sindrom “ikut-ikut “meramaikan dan mengeruhkan suasana.

    untuk mewujudkannya, harus dimulai dari diri sendri..

    maksudnya, nama yang di rubah???

    kenapa orang bali kalah bersaing dengan pendatang, saya kira sudah tahu jawabannya.

    mahasiswa doyan dengan PNS, jelasnya karena orientasi dan daya pikat PNS masih tak tergantikan dengan pekerjaan lainnya. Bagaimana dengan anda?

    mengenai weda karna, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, jadi, SILAKAN!

    sekarang lagi sibuk nyusun dan menulis.

  9. myhappy2day

    saya termasuk salah satu orang yang kurang bersimpati dengan sosok Wedakarna, belum pernah ngobrol langsung sih, tapi menurut saya terlalu narsis.

  10. rarastitidewi setyo

    yang jelas beliau good looking,itu syarat pertama untuk memikat publik Indonesia

  11. menurut pndpt saya wedekarna patut di beri jemmmpooollll
    karn apa..? karna wedekarna adalah salah satu tokoh muda yg brani berbwat dan dah banyak yg dia lakukan yg bikin kita bangga bkn hanya sbg orang bali tapi orng indonesia..truuss klo mslh uang banyk kok orang bali yg lebih kaya dari dai tapi hanya mikirin dirinya sndiri…truss klo orang bali dulu di blang bodoh…emang orangmu dulu pinter2 kan sm2 dijajah ma belanda…klo yg ngku pnya pikiran extrem kok ngk pernah tuh muncul batang hidungnya….skr mending kasi jl bwat yg mau berbwat tuk tanah air tercinta klo kita disuruh mati ma wedekarna barulah kita heboh2 ky gini…..hi..hi…hi

  12. Kalau dari pemikirna bisa dibilang di ekstrem sekali membela Bali..tapi kalau melihat latar belakangnya yang pernah jadi model cover boy saya geli mendengarnya…

    Saya juga mendengar rumor yg kurang sedap dari orang2 yang pernah menjadi pengikutnya.. katnya dia penyuka sesama jenis..muda2han itu tdk benar…

  13. wah informasi menarik banget, salam kenal.

  14. Nice article! Kalau ada yang mau jual/beli jasa mikro, coba ke gobann.com deh! Disana ada jasa apa saja yang bisa dikirim secara online, hanya untuk Rp 50.000. Lagi ada promo juga lho, buat yang memenuhi 10 transaksi bisa memenangkan iPad 3!

  15. yang komen ko orang yang sama

  16. SAYA BANGGA SEKALI DENGAN DR WEDAKARNA, SAYA BERKEYAKINAN DIA AKAN MENGUBAH WAJAH BALI SEMAKIN TERPURUK DITINDAS OLEH WAKTU DAN JAMAN

  17. Maho detected…narsis dan penderita cinderella complex….kecian tamatan univ.ruko bangga Phd padahal kagak tahu disertasinya ttg apa….dan metode nulisnya juga nggak ngerti….ciri ciri maho yg sangat kental….mudah tersinggung dan posesif….Arya arya…leluhur kamu bingung di alam sana…kok tiba tiba gusti jajaran ganti nama jadi anak agung…madeg ratu pula…wakakakaka….jadi manusia yang biasa aja arya….straight aja…gak usah maho…elo tuh tampang boleh…kan sayang kalo cuman membual dan dikutuk “soddom and gomorah”

  18. “Yang terjadi pasti terjadi yang tidak terjadi tidak akan pernah terjadi, yang ada tidak akan pernah berhenti ada yang tidak ada tidak akan pernah ada”. Sering terjebak dengan SIAPA padahal lebih baik APA yang di ucapkan, digagaskan, direncanakan, BAGAIMANA cara implementasinya mestinya itu yang terpenting. Jika mau memperbaiki apapun mesti tahu dulu kerusakannya kemudian mengerti cara memperbaikinya (treatmennya) serta bertindak untuk mewujudkan apa yang telah diutarakan, direncanakan tentang memperbaikik kerusakan. mari kita peduli dengan segala kerusakan, hambatan, persoalan yang ada di BALI kemudian memberikan SOLUSI yang terbaik lalu BERBUATLAH untuk mewujudkannya itu yang terpenting bukannya DEBAT KUSIR. saya tunggu komunikasinya via Facebook ARTANAFOKER

  19. Wedakarna adalah sosok yang diturunkan oleh Yang Maha Kuasa untuk menyadarkan orang Bali, beliau adalah sosok yang berani bicara dan visioner. Semoga iide -ide cemerlang tetap terpelihara dan komitmen untuk menjaga ajek bali tetap terjaga. Inilah sosok yang berbeda dari kebanyakan semeton Bali……………semoga membawa perubahan. Selamat Berjuang ANAK MUDA KESATRIA……….jangan takut dengan penentang-penentangmu………………………kta semua ada dibelakangmu….

  20. Kami bangga punya generasi muda Hindu/Bali seperti WEDAKARNA…………………jalan terus jangan hiraukan anjing menggongong….

  21. Gue bekas siswa di univ mahendradatta,baru 3 bulan hampir 80 % siswanya keluar karena gk tahan ama dia,,,kesan pertama liat dia bicara emang kelihatan bagus,,tapi stelah brjalan bbrapa wktu yaahhhh tebak ndiri kenapa hampir 80 % siswa keluar?pdahal para siswa kuliah gratiss..ayoo kenapaa??elo pasti bisa jawab!!!
    trus apa lgi yg prlu gue jelasin??

  22. For jerki : memang terkadang barang “bekas” pasti kualitas.nya tak semenarik new one
    Ya jawaban dr peratanya anda hanya 1 yakni SELEKSI ALAM , ga ngerti ? Makany jangan tinggal kan kampus marhaen .

  23. For anonymous : anda sudah doktor blm ? Sudah dpt muri blm ? Sudah bisa menyekolahkan 3000 orang blm ? Sudah bisa membangun museum blm ? Atau semuany belum ? Ck ck ck capai dulu lah salah satu.ny , baru komen yah

  24. setahu saya Jurki bekan keluar sendiri, tapi di keluarkan karena bad character……….ahaahhaaaaa

  25. arya weda it terllu banyak nyeleweng dari ajaran hindu…… y biarin dh tuhan memperhitungkan karmanya…….

  26. Teruslah berjuang wedakarna, andalah salah satu dari sedikit orang bali yang peduli tentang masa depan hindu dan bali…………

  27. Orang bali seharusnya melek politik seperti wedakarna, ini contoh figur yang diperlukan bali saat ini di tengah-tengah era globalisasi agar bali tetap ajeg

  28. koko suardiasa

    saya berikan seluruh jempol saya untuk bapak Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Vedakarna MWS III.

  29. Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Vedakarna MWS III. beliau adalah panutan yg memperjuangkan dan membela warga bali hindu khususnya, walaupun bali harus merdeka, saya mendukung bliau sbg raja bali.krna indonesia menganak tirikan hindu sbg leluhur pokok mreka.

  30. Bali harus bangga krn mempunyai anak bangsa…yg peduli,dan gigi dlm membela daerahnya..mempertahankan adat dan budayanya…

  31. adninafilza

    Seharusnya bali harus bangga krn mempunyai sosok seperti arya wedakarna….yg selalu mengedepankan adat dan budaya bali…

  32. barusan Arya Wedakarna tampil di Bali TV

  33. kalau ada yang merasa dirugikan oleh arya weda silakan gugat secara hukum, jangan bisanya hanya bicara. seharusnya bangga punya pemuda hindu yang aktif berjuang seperti dia. walau narsis hehee .
    ya namanya juga manusia ada kurang dan lebihnya. memang siapa lagi yang disuruh berjuang ???! kita ?? atau phdi ???
    kita juga terlalu sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing2.
    kalau banyak mahasiswa keluar dari perguruan tingginya. itu sih perlu dibuktikan kebenarannya.
    hindu sudah minoritas, modal terbatas, suka ribut dengan sesama tapi toleransi tinggi dengan pendatang . ANEH TAPI NYATA.
    kalau ada yang berjuang buat kita. ya bagus dan kita dukung. memang kita sudah berbuat apa buat bali dan agama kita ???! hati kecil yang bisa menjawabnya.
    semoga hinfu bali kedepan tidak menjadi BETAWI KEDUA. yang TERPINGGIRKAN DI WILAYAH SENDIRI !!!

  34. wastu bahenol

    makan dah tuh hindu, makan tuh banten, betare nyen kal sembah gen sing tawang be onyang merase dueg,,,
    jleme ngabe gegemet masi kal sembah, men sing nawang ape2 siepang ibane, men sing taen ke umahne di katrangan, siep, men sing nawang nyaman2ne, siep, men sing nawang tunangan ne di FH, siep, men awak muani n sing taen tolih2ne jak ye, siep,,,
    depang gen ye mesolah, asep nak sing bise engkebang, pasti kal ngenah seke bedik,,,

  35. A.A gede dwiantara winangun

    wajar pro kontra seperti itu, fakta weda karan memperoleh suara terbersar ke 3 di pemilu terakhir. bagi yang kontra…bercermin dulu apa sudah berlaku lebih baik atau belum…? bagi yg pro tatap masa depan dengan pemimpin bali visioner.
    wastu bahenol…tusing perlu ngedengan kejelekan anak, sawireh sing nto kal tolih….pemikiran nake nto sane penting, sube sing jaman carane ane keto .sube biase nak Bali iri ajak nyame ane sukses, sebu biase anak bali nyelek2ang nyame pedidi….pesuang ragane uli jumah pang tawang lebuh malu mare memunyi

  36. Saya sangat bersimpati dan mendukung pendapat,dan semangat beliau( Bapak Arya Weda). Dia adalah tokoh Hindu yang berani berbuat dan berbicara menyuarakan ‘uneg-uneg’ dan suara hati umat Hindu (khususnya di Bali). Jarang ada orang Bali yang mau berani seperti beliau. Yang saya tau,umumnya orang Bali itu ‘koh ngomong’atau malu ngomong,atau malas ngomong,atau apalah…takut ngomong karena tdk mau dibilang ‘sok pinter’ atau dibilang narsis,atau apalah…pokoknya banyak takutnya. wow..inilah yg membuat umat Hindu khususnya orang Bali (karena mayoritas orang Bali) tdk bisa maju-maju. Ngomong aja takut apalagi berbuat ?? Kebiasaan inilah yg harus kita tumpas dijaman sekarang ini.Sudah ketinggalan jaman sikap-sikap seperti itu! Tokoh agama lain saja berani bicara dan semangat ‘walaupun salah’ ! Mengapa kita tidak mendukung orang-orang yang mau rela membela kepentingan umat kita ?? Bagaimanapun kita harus mau mendukung ‘pahlawan-pahlawan’ yang mau berkorban bagi agama kita. Karna kita yakin agama yg kita anut ini selalu mengajarkan kebaikan,kebenaran,kedamaian, dan Hindu bukan agama yg arogan. Untuk Bapak Arya Weda, teruskanlah perjuangannya. Memang ada orang-orang yang kontra tetapi jauh lebih banyak orang-orang yang pro mendukung Bapak. Justru pendapat yang kontra,sinis,ataupun menyudutkan bisa menjadikan semangat untuk lebih maju lagi.

  37. jngn menyamakan diri orang lain dg satria piningit…karna ketika yg sesungguhnya muncul..maka yg ada hny rasa malu.

  38. Yang perlu kita sadari adalah kodrat jadi manusia itu sendiri. Yang namanya manusia tidak luput dari salah dan benar, saya salut dan ada rasa bangga dengan sosok weda karna dengan keberaniannya dlm mengutarakan konsep pemikirannya yg begitu revolusioner. Namun saya tak pernah beranggapan untuk menyembahnya karena saya sadar dia adalah manusia yg tak sempurna. Namun semestinya kita banyak belajar dari keberaniannya sesuai ilmu yg dimilikinya untuk menata bali seiring dengan tantangan jaman. Menurut saya orang bali sangat jarang yg berani berbicara menentang dgn pasang dada terhadap pemerintah,bukan karena malu atau takut dibilang sok pintar,namun karena memang kepintarannya dirasa belum cukup. Agar jangan dgn dalih koh ngomong saja untuk mengelabui kebodohan. hahaha lucu kan??? Namun kembali lagi pada kodrat itu sendiri. di dalam manusia hebat pasti ada titik lemahnya juga.

  39. Maho

  40. Anonymous ne ube sing nawang ape, koment biin. Maho gen orangne, ci be maho

  41. Dibanding dengan diri saya, Wedakarma sangatlah hebat. Sejak kecil dia kaya dan pasti juga pintar. Prestasinya saat remaja sangat banyak, siswa teladan, cover boy,artis dan banyak aktifitas positip lainnya.

    Sebagai orang Bali saya bersyukur karena di masa remajanya dia (baca: sebagai org bali) tidak terseret menjadi pecandu narkoba sebagaimana umumnya anak orang kaya atau para artis. Dia justru tertarik kepada dunia pendidikan, bahkan bisa menjadi Rektor (saya tidak mau mengomentari bagaimana ia menjadi rektor., karena ini bukan kapasitas saya).

    Kekurangan dia (yang sangat kita prihatinkan) adalah terlalu ambisius terhadap gelar kebangsawanan yang tidak perlu. Semangat patriotismenya untuk membangun Bali juga kurang tepat. Terlalu ekstrem sehingga banyak berbenturan dengan tokoh-tokoh lain, termasuk dg tokoh Bali.

    Nah mudah-mudahan Wedakarma cepat menyadari kekurangannya dan terus meningkatkan kelebihannya. Tetap pada idealismenya membangun Bali, dengan merubah cara-cara menjadi lebih efektif dan diterima semua kalangan.

    Wedakarma orang Bali yang hebat (setidaknya lebih hebat dari saya). Sayang sekali hanya karena punya kekurangan lantas kita orang Bali memusuhinya rame-rame.

    Semoga kita semua bisa mengapresiasi dan meniru semua kebaikan orang lain, termasuk Wedakarma, dan bercermin dari kekurangan orang lain untuk tidak kita tiru.

    Damai untuk Bali. Damai untuk kita semua.

  42. Adss

  43. Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH.

    Ha….Haa….Haa….

  44. Ir. Haji Lalu Muhammad Hamdan Sjahrul, SH.

    kami merasa sangat tersinggung kau ngaku2 sbg Raja Bali, shit kowe!!!!
    kami ini keturunan Raja Diraja Inggris Raya.

  45. Raja Singa Loe…

  46. Om Swastyastu
    Positif dan negatif Memang sudah di ciptakan dari Sananya, saya merasa tak heran jika disini ada yang pro dan kontra. Tapi yang saya ancungi jempol kalian sudah mau berargument tentang apa yang kalian rasakan. Setidaknya pemuda pemudi hindu tidak hanya tau kata (nak mula keto uli pidan) dan mulai berpikir kritis, Menurut saya wedakarna membuka jalan dan ruang untuk itu. Mau tidak mau, suka tidak suka, itu harus. Hal besar mungkin sudah menanti di depan. tentukanlah pilihan sebab ketika waktu itu tiba tak kan ada pilihan lagi. Setau saya sebelum beliau, tak ada orang keturunan Hindu setegas dan selantang beliau berbicara mengenai prinsip-prinsip Weda dalam kehidupan manusia khususnya di Hindu nusantara ini, kecuali Bung Karno.
    Om shanti Shanti Shanti Om

  47. A.A gede dwiantara winangun

    jurki….orang2 yg keluar dari univ. mahendradata itu ketahuan banget kalo mereka sukanya santai alias males bin kiul. sepertti orang bali bilang ” sing nawang lebuh” , kamu ikut ikutan komentar tentang banyak hal tapi sejatinya kamu ga tau apa yang sudah dilakukan diluar sana untuk Bali. seorang profesor dari jambi sempat bertanya ke saya apakah saya tahu Wedakarna apa ngga…karena si profesor merasa bangga dengan mendengar pemikiran wedakarna di acara seminar dimana wedakarna menjadi salah satu pembicara di depan dosen2 sejambi.

  48. Saya pribadi sangat salut dgn keberanian WEDA KARNA mendeklamasikan dirinya menjadi raja majapahit bali, karena Weda Karna satu-satunya raja di Bali,indonesia yg tak pernah minta upeti pada rakyatnya. bahkan slalu berbuat positif untuk kepentingan Bali dan Indonesia. coba renungkan raja2 yang lain bisakah sprt itu?

  49. DMerta Gomplok

    aya pribadi sangat salut dgn keberanian WEDA KARNA mendeklamasikan dirinya menjadi raja majapahit bali, karena Weda Karna satu-satunya raja di Bali,indonesia yg tak pernah minta upeti pada rakyatnya. bahkan slalu berbuat positif untuk kepentingan Bali dan Indonesia. coba renungkan raja2 yang lain bisakah sprt itu?

  50. WEDA KARNA sampai saat ini dengan segala aktifitas yang sudah di lakukannya ditingkat nasional maupun internasional patut untuk di berikan apresiasi. komentar yang di berikan untuk tokoh ini juga sangat berpariasi, ada yang mendukung ada juga yang menghujat, semua komentar yang di berikan baik yang suka maupun tidak, saya lihat hanya sebatas
    menunjukkan sikapnya kepada arya weda yaitu suka dan tidak suka. disini saya akan mencoba melihat dan memaknai di balik apa yang sudah dilakukan arya weda dan tidak mencampuri masalah pribadinya.

    Tokoh muda intelektual hindu
    Dengan segala kelebihan yang di miliki oleh arya weda baik dari segi ilmu pengetahuan dan materi, banyak sudah disampaikan dan dilkukan tindakan nyata sampai turun ke banyak daerah yang pernah menjadi pusat pemeluk hindu di indonesia.kegiatan ini sangat sukses karena secara semangat banyak penganut hindu di luar bali merasa ada tokoh yang melindungi dan meningkatkan rasa percaya diri mereka yang tinggal didaerah mayoritas umat lain.termasuk mencari dukungan kepada pemerintah setempat untuk mendapatkan pengayoman serta fasilitas yang di perlukan umat, disini kita bisa maklum karena saya sendiri yang saat ini tidak ada di bali sedikit mendapat kesulitan dalam hal yang berhubungan dengan agama.khusus yang terjadi di pulau jawa dengan judul bangkitnya hindu nusantara. semua kegiatan ini diteruskan dengan membentuk suatu organisasi umat yang banyak memberikan pendidikan dan pelatihan tentang acara ke agamaan,
    PANDANGAN saya dengan semua artikel yang disampaikan dalam semua kegiatan itu justru sangat mengawatirkan. arya weda secara exstrim menyerang umat lain dengan pendapatnya yang sangat kontropersial, baik dari segi ajaran, sejarahnya, serta budaya dalam melakukan aktifitas keagamaan agama yang di serang tersebut.ini menimbulkan suatu reaksi yang sangat keras dari penganut agama yang diserang tersebut sehingga membuat seperti perang pendapat di media sosial untuk saling mencaci dan memaki.Bidang pelatihan dan pendidikan agama saya rasa juga sangat mengawatirkan karena umat dididik untuk menjadi umat yang sangat fanatik dan militan.Jargon yang di sampaikan atas nama penerus agama siwa bhuda nusantara.Banyak memberikan serangan kepada pemeluk agama hindu bali di bidang upacara dan keharipan sosial lainya, sehingga menimbulkan keresahan bagi umat hindu bali sendiri,

    -Sekarang saya berpendapat akibat kelakuan dari arya weda sekarang umat hindu sudah semakin di anggap musuh oleh organisasi garis keras umat lain, dengan segala ancaman dan tindakan yang sudah di lakukan,seperti kejadian; bom bali 1 dan 2, lampung, sumbawa, hujatan di media sosial untuk penganut agama hindu.

    -dengan label tokoh muda hindu dia tidak tegas dalam berusaha,legalitas hindu dia pakai untuk aktifitas, sedangkan yang di perjuangkan adalah sekte siwa bhuda atas nama nusantara,nantinya kalo diserang dari dalam umat hindu sendiri dia akan punya bahan dan bukti jika dia tidak salah,padahal jika kita bicara masalah sekte kita pernah punya sejarah perang sekte di bali pada abad ke 11 saat bali diperintah oleh raja udayana, tapi dengan keharipan dan kecerdasan dari mpu kuturan semua masalah itu dapat di selesaikan dengan baik di pura samuan tiga menjadi konsep tri sakti, dan menghasilkan banyak aturan untuk menata kehidupan masyarakat bali yang menjadi warisan adat dan budaya sampai saat ini di bali.agama hindu bali baru mendapatkan pengakuan dari pemerintah RI th 1958 sebagai salah satu agama yang di akui dan di anut oleh penduduk indonesia.

    HINDU adalah agama spiritual ajaran utamanya adalah meningkatkan kesadaran dari umatnya untuk selalu setia dengan kewajiban hidupnya berdasarkan ajaran suci dari kitab wheda.bukan mendidik untuk jadi umat yang fanatik apalagi exstrim,

    Ada suatu misi khusus yang saya baca dari kegiatan ritual yang diadakan bersama kelompoknya yang ada di bali, di barengi dengan penyampaian pendapat bahwa kegiatannya adalah yang paling benar, suatu ritual agama yang berdasarkan tuntunan kitab suci bagawad ghita sebagai kitab wheda yang sudah disempurnakan karena di ajarkan langsung oleh tuhan yaitu dewa krisna.upacara riual yang sudah biasa di lakukan oleh umat di bilang pemborosan dan miskin makna,

    Selalu menyampaikan mewujudkan kemurnian pancasila, dengan segala ajaran filosofinya, tapi tingkah laku dan ucapan sangat tidak memahami pancasila.

    BANYAK LAGI YANG BISA SAYA TULIS DISINI TETAPI KARENA WAKTU SAYA CUKUPKAN SEGINI DULU, SEBELUM TERJADI HAL YANG TIDAK DIINGINKAN SAYA HANYA BERHARAP KEPADA PEMBACA TOLONG INI DITANGGAPI DENGAN SERIUS, JIKA ADA TOKOH, ATAU INSTANSI MASYRAKAT DAN PEMERINTAH UNTUK DI ADAKAN DI ALOG KHUSUS TENTANG FENOMENA INI, SAYA HARAP DIALOGNYA BISA DIBERIKAN JUDUL; 1. MEMAKNAI PERJUANGAN TOKOH MUDA HINDU
    2. PEMBELA ATAU PENGHIANAT HINDU
    3. PROPOKATOR HINDU
    4. DI BALIK PERJUANGAN TOKOH HINDU

  51. Hindu bali dari jamannya mpu markendya, mpu kuturan dan mpu dwi jendra sampai sekarang masih tetap ajeg dengan ajarannya, sekarang sudah jaman modern ingin coba lagi membangkitkan faham feodal dengan kedok budaya, mengkritisi ritual hindu di bali, dan selalu menyalahkan adat. Pecahnya hindu di luar daerah bali karena tidak adanya satu konsep dalam ajaran dan tidak ada adat budaya yang kuat melindungi, inilah kehebatan arya wedha mengatakan kebodohan adat bali. BAGI YANG JELI AMATI SAJA DAN LIHAT KEBENARANNYA, ADA MAKSUD APA DI BALIK SEMUA INI.

  52. tiang pada prinsipnya ingin bali bisa lebih berbicara di kancah nasional. tapi sayang cara2 yang dipakai weda karna cenderung sara. klo kita nolak Bank syariah atai ruu halal jangan dengan jalan memanas manasi semeton kita dengan isu2 yg tidak valid sama sekali. seorang yg katanya doktor koq tidak ilmiah ngomongnya. kita bisa buat tandingan ala bali. dan masyarakat nanti akan memilih mana yang lebih baik. tahukah arya wedakarna saudara2 kita sesama hindu di luar bali sangat menyesali coment di FB anda. saya pernah coba mengomentari tapi anda memblok perteman dengan saya. artinya wedkarna itu sebenarnya nggak mau ditulis yg jelek2, maunya yg bagus, yang menyanjung dll. klo nanti wedakarna jadi DPD dimana dia akan makan? semua warung n restaurant bersertifikat Halal. klo mau nyari suara mari dengan cara yang baik dan elegan, kasian s3 nya

  53. 29nopember1988

    SAYA PENDUKUNG WEDA KARNA.

  54. Apapun kata orang2 disana pokoknya άkϋ mendukung arya wedakarna,baru kali ini άkϋ ktmu pemuda bali Ÿªиğ punya pemikiran semaju beliau untuk melindungi hindu di indonesia,agama lain bisa seperti itu knapa agama kita ga boleh,apakah terus2an kita mengalah dngn serbuan para pendatang,andaikata beliau nyalonin diri プάϑΐ gubernur maka άkϋ Ÿªиğ selama ini golput pasti akan datang [̲̅̅k̲̅] TPS untuk milih beliau,lanjutkan perjuanganmu gusti sejak dulu άkϋ nunggu tokoh muda bali ada ƔªϞğ sepertimu,Ÿªиğ kontra biarin a̲̅Jªª peduli amat,lagian ƔªϞğ kontra paling2 Ðϊά̲ Ъќ>:/ bangga プάϑΐ hindu,kata pedande gd gunung begini : masih banyak saudara2 kita Ÿªиğ malu ngaku beragama hindu,hari gini malu ngaku,ahaiiii I luv hindu with all of my soul

  55. dibalik suatu perjuangan akan ada halangan, cemoohan, bahkan dendam.. tapi tiang setuju dengan pemikiran bpak arya wadakarna.. semoga berjuang untuk Hindu dan Bali hingga akhir hayat :)

  56. berpikir yg jernih saja klo yg dilakukan itu positip kenapa buang2 energi utk hal yg tdk baik apalagi mejelekan orang yg sudah berkelas dia diakui dunia minimal pejabat tinggi ASIA tahu siapa WEDHA KARNA karena setiap Koperensi diBali selalu berhubungan dengannya..asal anda tahu DIA mendapat rekor muri DOKTER termuda , anda bisa apa? saya orang luar Bali tapi mengagumi dan hormat karena tidak kebanyakan orang berpeluang seperti Dia, GOD BLESS YOU ALL THE TIME

  57. Sebelumnya saya tidak tau siapa yang menjadi kepercayaan saya untuk mewakili kami di DPD, namun setelah saya pergi ke TPS ternyata ada pak Weda Karna yang bisa saya percaya. akhirnya pilihan saya tepat. Di dalam Sloka 2 ayat 1 Bagawad Gita Kresna disebut MadhuShudhana karena Kresna pernah membunuh Raksasa yang bernama Madhu dahulu Khala.Sekarang saya meberikan nama Angkarasudhana kepada beliau karena hanya beliau dari Bali yang memiliki keinginan untuk membrantas kejahatan baik kejahatan material maupun imaterial. Jero Wijaya

  58. nyoman sugiarta

    Keluarka semua sanjungan dan hujatan anda karena itu semua akan membuat Weda Karna lebih matang, atau sebaliknya klo memang beliao dijalan salah akan hancur sendiri cuman ingat juga intropeksi diri.

  59. panak brerong mate kedelai

    SAYA SEBAGAI ORANG BALI YANG TINGGAL DI BALI SANGAT SETUJU SEKALI DNGN ARYA WEDAKARNA,AGAMA ORANG LAIN MAUNYA KELIATAN EXCLUSIV KNAPA AGAMA KITA GA BOLEH,AGAMA LAIN PUNYA PERATURAN SENDIRI KNAPA KITA GA BOLEH,YANG GA SETUJU ITU SEBENARNYA PENAKUT DAN MAU CARI AMAN AJA,MENDING DIEM AJA DIRUMAH JANGAN KLUAR2 GITU AJA REPOT

  60. panak brerong mate kedelai

    orang yang saya percayai melebihi kepercayaan saya kepada jokowi ya dia arya wedakarna

  61. Orang ini Anti demokratis bung

  62. Arya Wedakarna mungkin lupa asal-usul dirinya. Dia bukan orang Bali asli, agama Hindu yang dia anut pun bukan agama asli Bali. Penduduk Bali asli adalah mereka yang sekarang disebut sbg Bali Aga, yang terdesak oleh orang2 Hindu dari tanah Jawa di masa lampau.
    Lupa sejarah ya? Atau lupa belajar sejarah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: