Hadapi Tantangan 2011 dengan HOKI


Foto:net

Memasuki tahun 2011 ini tentunya menjadi refleksi baru bagi segenap rakyat Indonesia dalam bertindak lebih bijak.  Tahun 2010 adalah sejarah singkat dalam menapaki kehidupan saat ini. Setidaknya  beragam cerita yang telah menghiasi kisah kisuh perjalanan bangsa dan pergulatanya. Sehingga  menjadi  catatan tersendiri dalam setiap pergantian tahun.

Beragam ironi yang telah menimpa rakyat Indonesia. Terlalu lelah untuk mengulas kembali keculasan manusia di negeri ini. Namun itulah lah kehidupan. Kita harus selalu bisa berbuat yang  lebih baik, baik dan baik lagi. Tak terlepas pula dari tantangan dan peluang di tahun 2011 ini. Menjadi acuan terpenting untuk menggalakan semangat juang dengan mangaktifkan semangat ’45. Menghadapi goncangan bencana alami maupun bencana  “buatan manusia” . Masih banyak pula yang menjadi pekerjaan rumah bagi para elite kita dan elemen masyarakat.

Tantangan yang akan muncul, tentunya tidak jauh dari tantangan-tantangan  sebelumnya di tahun 2010. Seperti korupsi, penegakakn HAM, pendidikan, kesejahteraan rakyat, ketenagakerjaan dan lain sebagainya. Namun tantangan tersebut bukan berarti pajangan yang  hanya bisa ditonton begitu saja. Semua  harus bergerak dan berusaha mencarikan solusi terbaik.   Tantangan apapun bisa teratasi. Salah satunya dengan jalan HOKI (Harapan, Optimisme, Konsistensi, dan Intergiritas).

Harapan adalah unsur utama untuk menjadi acuan dan cita-cita bangsa ini. Masih banyak rakyat Indonesia yang tidak mampu mengenyam pendidikan dengan layak, memenuhi kebutuhan hidup diatas rata-rata, lingkungan hidup yang masih kacau balau, penegakan hukum relatif lemah dan  tebang pilih. Itu adalah harapan utama yang harus digerakkan secara progresif dan terencana.

Optiomisme. Selau berfikit optimis dan positif . Khususnya pemimpin yang memengang kendali Negara ini. Bahwa segala permasalahan bisa terselesaikan, dengan sifat dan sikap optimisme yang tinggi. Yakinlah  akan melahirkan kekuatan yang luar biasa untuk mengubah tatanan kehidupan menjadi  lebih baik.

Konsistensi. Hal yang memicu untuk tetap fokus terhadap “penyakit” rakyat  dan pemerintah kekinian. Tentunya   dibarengi dengan sikap  peka dan tidak saling menjatuhakan. Dengan memperdayakan sumber daya manusia para elite  kita. Sesungguhnya  banyak orang pintar/pandai di Indonesia, namun tidak pernah konsisten tehadap suatu permasalah. Sekarang saatnya  untuk bangkit. Dengan menanam kembali energi konsistensi yang terpadu.

Integirtas. Peran pelengkap sekaligus menggabungkan secara solid dengan mengkoordinasikan  dari ketiga elemen yaitu Harapan, Optimisme  dan Konsistensi. Kita semua harus yakin, apa yang menjadi tantangan ditahun 2011 bisa teratasi sebagaiman mestinya. Jika memformulasikan sikap dan pemikiran dengan cara HOKI tersebut. Semoga!

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 15/01/2011, in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: