Perang Tarif Antar Operator, Hanya Bohongi Publik


Munculnya  berbagai operator seluler di indonesia memberikan ruang baru bagi dunia telekomunikasi di era IPTEK ini. Tentu saja target dari operator telekomunikasi adalah para pelangan pengguna telephone genggam atau handphone.

Tarif yang disediakan oleh masing-masing operator pun tidak main-main. Bahkan  ada dalam seruan iklannya yang memberikan gratis setahun penuh untuk nelpon. Konsumen pun kelabakan dalam hal ini. Mau pilih yang mana ya? Ada juga teman saya, belakangan ini melakukan riset kecil-kecilan. Ia membeli 10 kartu perdana sekaligus, kemudian melakukan aktivasi mulai dari digunakannya untuk nelpon, sms-an, dan internetan. Alhasil, ia menyimpulkan, “Semuanya sama saja, Cuma beda tipis..pis…pis,” keluhnya pada saya.

Itulah “hebatnya” para penyedia jasa komunikasi saat ini. Sampai-sampai teman saya yang satu itu, harus terjebak dalam buaian para operator penjaja layanan super hemat, irit, efesien,  dan  embel-embel lainnya.

Perang tarif operator kian memanas tiap harinya. Jika  kita perhatikan di berbagai media, misalnya di media elektronik maupun cetak, yang lebih menonjolkan kelebihan masing-masing tarif dan sampai–sampai saling menjatuhkan antar operator hanya untuk  menjadi yang terbaik di mata pelangan.

Bukan sampai disana saja. Artis   yang lagi naik daun pun,  saat ini  digunakan sebagai  pemikat dan ajang promosi para operator telekomunikasi. Dengan alur cerita yang dirangkai sedemikian rupa, menarik, lucu dan unik namun sarat akan makna untuk mengkibuli masayarakat sendiri serta menyaingi rival operator lain dengan embel-embel lainnya yang lebih komplete.

Ternyata perang tarif yang dilakukan hanyalah untuk mengelabuhi masyarakat. Iklan tarif operator membuat pengguna terjerumus. Tarif seolah-olah murah, padahal mahal atau tidak sesuai dengan yang di iklankan, selain itu operator semakin kreatif membuat ‘gimmick marketing’.

Parahnya lagi operator juga kurang transparan atau kurang lengkap dalam memberikan informasi mengenai tarif kepada pelanggan. Misalnya saja tarif  layanan SMS disebutkan murah pada saat iklan, namun nyatanya tarif unntuk layanan voice meningkat secara bertahap dan tidak diimformasikan kepada pelanggan.

Di balik kesibukan beberapa operator perang tarif dengan operator lain, ternyata bertujuan hanya untuk membohongi publik (pelanggan). Jadi pandai-pandailah memilih operatot telekomunikasi, jangan samapi terjerumus dengan jurus ala mereka(penyedia operator), tapi liciki dengan jurus ala kita. Selamat mencoba!

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 04/02/2011, in Ekomania and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: