Terusiknya Keamanan Pulau Dewata


Mencermati keadaan Bali saat ini, begitu terasa mencekam. Begitu banyak kejadian, yang tak diduga sebelumnya,namun sekarang tampil bak pangung sandiwara.

Menjadi sebuah agenda dan buah bibir dalam berbagai kalangan mengenai citra Bali saat ini. Ketimpangan sosial yang menggejala dimasyakat, tentunya bisa kita saksikan. Berbagai permasalahan tak kunjung reda, jika hanya berpatokan pada satu solusi saja.

Arus globalisasi dan pariwisata, tentunya merupakan akses strategis dalam lini kehidupan di pulau seribu pura ini. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomii masyarakat. Bali seakan menjadi incaran oleh siapapun. Branding Island yang menakjubkan.

Namun disisi lain, kegemerlapan Bali pun terkadang memicu timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan. Pulau kecil nan elok ini, begitu sangat menjanjikan, sehingga menghipnotis siapapun yang berkunjung. Tak salah jika banyak penduduk luar sana, berbondong-bondong ke Bali untuk mencoba mencari keberuntungan dibawah kuasa dunia pariwisata yang sangat begitu menggiurkan.

Menapaki kiprah pulau surga ini, tentunya menjadi cerita kelam tersendiri. Dibalik keagungan budaya dan kehidupan sosial yang begitu kental dengan balutan kearifan lokal, menjadi sejarah tersendiri bagi Bali dengan beragam permalahan yang semakin melilit. Ironis memang.

Pergerakan dunia pariwisata telah membubung tinggi di balik sekat pemikiran masyarakat yang tak terjanggau lagi. Imbasnya pun pada ketimpangan dan kejanggalan, yang memunculkan percikan konflik yang tak terselesaikan.

Ramainya aksi perampokan, pencurian, pemerkosaan, pembunuhan,bahkan tindakan yang nyeleneh lainnya, adalah sumber malapetaka sendiri bagi Bali dari sisi mata pisau dunia pariwsata. Tak terpikir sebelumny,a jika perbuatan memalukan tersebut dilakukan oleh orang Bali asli. Itu pun hanya satu alasan yang mendasar. Ya, ketidakstabilan perekonomian. Apakah memang tidak ada cara lain yang lebih bijak, selain cara diatas untuk melanjutkan kehidupan?

Tuhan telah membekali umatnya dengan berbagai kelebihan dan kemampuan. Namun nyatanya, manusia enggan untuk memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Lebih cenderung untuk bersikap pragmatis.

Apalagi masyarakat Bali yang sangat terkenal dengan kesantunannya, dan dikenal memiliki “rasa malu” yang luar biasa. Namun rasa itu telah lenyap, termakan hawa nafsu yang telah menjalar dalam alam sadar dan alam bawah sadarnya.

Apalagi beberapa waktu lalu, tertangkapnya pencuri pratima, yang tidak lain adalah orang Bali sendiri. Rasa ketidak percayan timbul bahkan, nyaris semua itu hanyalah khayalan belaka. Namun inilah kenyatann.Ternyata uang telah membutakan hati siapapun.

Membutakan mata dan telinga. Membius kesadaran , terlalu kalut dengan keinginan yang tak terkendali. Disinilah letak kelemahan manusia. Mempunyai posisi yang strategis untuk cepat terombang-ambing dengan keadaan sesungguhnya. Ketika akal sehat tak sejalan dengan kata hati untuk menentang semua prilaku jahat yang timbul.

Konflik Berkepanjangan
Beberapa konflik adat yang terjadi di beberapa wilayah di Bali, setidaknya juga merupakan bagian dari ketidak amanan Bali saat ini. Permusuhan antar warga bahkan sampai tindakan konyol dan anarkis semakin meresahkan.

Kekuatan Adat yang merupakan basis untuk membangun kesadaran akan menyabe braya, telah hilang tekikis dengan kepentingan elite tertentu. Adanya Pihak yang memancing dan mengeruhkan suasana, agar mampu memecah belah warga sehingga dengan mudah meracuni pemikiran masyarakat.

Misalnya saja , pembakaran rumah yang terjadi di Lemukih. Puluhan rumah telah menjadi korban atas konflik yang semakin meradang dan di tengarai adanya pihak ketiga yang mengompori posisi warga disana. Sangat memprihatinkan memang. Konflik adat yang tak terkendali lagi, merupakan tantangan tersendiri bagi pemimpin daerah untuk menetralisir keadaan.

Menjadi tantangan kedepan pula, untuk bisa menangani permalahan tersebut. Karena masih banyak masalah adat yang belum terkupas dengan mulus, masih ada saja perci-percik konflik yang menyulut, tentunya akan berakibat fatal . tidak lain dan tidak bukan, ada pihak yang menyutradai ini semua, menginginkann kehancuran Bali dan akhirnya datang sebagai dewa penyelamat.

Kelemahan Penegak Hukum
Menjadi sebuah tanggung jawab besar seorang abdi negara, apalagi ditugaskan sebagai penganyom di tengah masyarakat. Namun penegak hukum saat ini, khususnya di Bali memang bisa dinilai langsung oleh masyarakat. Mereka seperti apa. Begitu miris melihat kinerja yang dilakukan oleh institusi satuan keamanan saat ini. Bukannya sebagai panutan, malah tindakan yang dilakukan sangat memalukan.

Kasus perampokan,pembunuhan, korupsi, dan pemerkosaan yang terjadi disebuah tempat di Bali adalah potret oknum penegak hukum yang masih lemhan dan kendur. Bkan berarti untuk menjendralisasikan. Namun sekali lagi sangat memalukan . Bukannya menangkap dan menjebloskan pelaku ke tahanan, malah penegak hukum sendiri menjadi aktor kejahatan tersebut.

Meskipun polisi tersebut akan diberikan sanksi keras bahkan akan dipecat sekalipun oleh Kapolda Bali dari singggasana jabatannya, tentu bukan cara strategis untuk memperbaik citra buruk kepolisian.

Satu orang yang berbuat salah, maka akan merembet ke pihak-pihak lain dalan satuan keamanan. Ini yang menjadikan nama penegak hukum dinegeri ini semakin tercoreng dan bahkan tidak mendapat perhatian dari masyarakat, karena mereka(penegak hukum)belum bisa dijadikan sebagai panutan.

Sekarang kita hanya menunggu kesadaran dari masyarakat sendiri untuk mengembalikan nama Bali lebih baik lagi. Konflik yang berkepanjangan, seyogyanya di jadikan refeleksi untuk berbenah sebagai manusia insan Bali yang santun dan terhormat. Ini adalah sebuah harapan besar. Semoga!

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 06/02/2011, in Artikel Sosial Budaya and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: