PSSI Ku Sayang, PSSI Ku Malang !


Kemelut PSSI dihadapan penggemar sepak bola Indonesia yang begitu fanatik saat ini begitu memilukan. Catatan buram perjalanan organisasi yang menaungi olahraga persebakbolaan tersebut, berada diujung tanduk.

Itu terlihat dari pemilihan ketua umumnya, yang  selalu menjadi wacana politis ditataran kacamata publik. Belum lagi, kongres yang belakangan kisruh dengan  campur tangan pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan keadaan ditengah potret miskinnya prestasi.

PSSI Ku Sayang, PSSI Ku Malang. Itulah cerminan organisasi sepak bola yang semakin kritis saja keadaanya.  Perdebatan antara  Andi Malarangeng(Menegpora) dengan Nurdin Halid (KetuaUmum PSSI) ternyata  hanya  menjadi tontotan baru bagi masyarakat, apalagi pecinta sepak bola. “Perkelahaian”  antara petinggi yang merasa memiliki hak atas keberlangsungan PSSI  kedepannya di media, seakan menunjukkan bukti baru bahwa, adanya kepentingan yang terselubung.

Kegarangan dua tokoh yang sama-sama berasal dari satu daerah  tersebut, sedang mendapatkan perhatian istimewa terlebih para actor dibelalang layar. Kecarut-marutan ini, akan menambah nuansa baru, kenapa posisi Ketua Umum PSSI sebagai lahan basah yang menguntungkan.

Dan yang paling mengangetkan adalah, pihak yang mendaftar sebagai ketua persepakbolaaan Indonesia, berasal dari penegak hukum! Wah, ada apa ini ya,,,,. Apakah jabatan sebagai  penegah hukum, tidak cukup untuk memperoleh nama, atau jangan-jangan ingin mengekpansi “wilayah” jabatan dan rekan. Ya, entahlah hanya mereka dan tuhan lah yang tah hal tersebu.

Diluar sana, para penggemar dan atlet pun semakin mengalami kebingungan dan kerancuan atas keadaan ini.  Belum lagi aksi untuk menentang Nurdin Halid sebagai ketua PSSI belakangan, diperagakan dengan beragam cara, mulai dari membakar foto, teatrikal atas kepemimpinannya dan masih banyak lainnya, dimana pada intinya menolak terpilihnya lagi sang Om Nurdin.

Bagaimana  Indonesia bisa meraih prestasi yang baik jika, para elite hanya sibuk ribut seperti ‘kucing dan tikus”. Parahnya  lagi beberapa pecinta sepak bola, sampai rela harus memborgol tangan di depan kantor PSSI sebagai simbol  keprihatinan yang mendalam.

Semua  elemen masyarakat menunggu revolusi untuk keberadaan PSSI. Olahraga yang sempat menumbuhkan rasa nasionalis bangsa tersebut, telah dinanti kepengurusan yang layak dan patut untuk meraih prestasi  lagi di lapangan hijau yang membahana.

 

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 02/04/2011, in Refleksi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: