Pengemis Preman


Sambil berselancar  ke Google dan memposting tulisan di blog, di sore kala itu bertepat di sekitaran  fasilatas umum  Pemerintah Kota Denpasar, udara terasa dingin dan nyamuk nakal mulai hinggap di kedua betis.

Waktu sudah menunjukkan petang. Namun, pikiran masih melayang-layang  mencari  beragam tutorial demi memaksimalkan blog tercinta ini.

Mata ini sudah tak tahan, menyangga  kantuk dan lelah(huah lebay ya…), namun saya usahakan untuk membaca beragam tips yang di sediakan di blog-blog hasil search engine Google.

“Haaah capek, kapan selesaianya neh,”keluhku bungkam, dalam hati.

Pikiran ku penak lagi, karena sudah 3 bulan aku menekuni blog di wordpress belum juga tergarap secara maksimal.Yah,kesibukan di organisasi kemahasiswaan. Itu faktor kesekianya, belum lagi kuliah sehari-hari  dan tuntutan batin  menulis di media lokal. He, gaya.

“Permisi dik, dik,dik,dik… “ suara lantang dari luar pembatas gerbang fasilatas  di Pemkot.

Aku sedikit menoleh dari sumber suara. Ternyata Laki-laki renta, jalannya begitu sehat,kencang lagi. Usinya  sekitar 50-an. Baju kusam yang dikenakan, menunjakkan keadaanya. Sambil melangkah cepat kearah ku.

“Dik..dik..dik.,” panggilnya lagi.

“ Saya dengar kok pak” lawan ku dalam hati.

Keadaannya sangat memprihatinkan. Dibelakangnya membuntut seorang gadis kecil, dengan genggaman plastik berwarna  putih .

Tangan kanannya terangkat, tepatnya menadah dan mencoba merayuku.

“Dik, saya tidak punya uang, dari kemarin belum makan, “ imbuhnya menekankan.  Saya terkaget.

“Kok kayak di tv ya”pikirku membayangkan adegan tersebut.

Perempuan kecil yang membuntutinya, menarik  kemudian menggeggam baju kusam bapak tua tersebut. Bapak atau cucunya kah itu? Entahlah,  saya  tidak sempat  menanyakan sedetail itu.

“Tolong  saya dik, kasi saya uang, Lima Ribu saja, tolong dek, “ katanya dengan keras dan sedikit memaksa.

“Kalau seribu boleh pak”, kataku menjawab permintaanya.

Dia terdiam. Bibirnya bergetar,ia nampak geram dengan tawaranku.

Mukanya memerah, mungkin tidak mau menerima santunanku yang bernominal seribu. Ia mendekatiku. Saya merogoh isi dompet. Lagi  ia memelototiku. Maaf, giginya menggeram dan matanya semakin merah. Nampak marah, rasanya ia  tidak mau menerima semua ini.

Aku keluarkan uang Dua Ribu-an. Yang jelasnya melebihi tawaran semula. Namun, tidak juga merubah suasana tatapannya. Aku merasa tidak enak. Merasakan kasihan namun bercampur kesal.

Kesalnya, karena bapak tua tersebut menentukan nominal berapa uang, yang harus dimintanya . Ya, kan aneh. Masak minta sesuka hati. Ngotot lagi.

“Ini uangnya Pak,” saya mendekatinya dan ia pun menyambutnya dengan beringas.

Saya sedikit terkaget. Tangan kirinya  menyambar dengan cepat. Waow, lengannya   bertatoan warna biru kehitaman. Kaget juga. Bapak setua itu bertatoan.Imajinasi ku pun  melayang lagi.

“Kapan ne bapak buat tato di lengannya,  duit lima ribu aja nggak punya, apalagi harus mengukir lengannya dengan tato yang menurut perkiaraan ku   harganya ratusan ribu keatas.

“Jangan-jangan  dia dulu seorang preman di kampungnya,”pikirku bebas.

Berarti karma itu emang nggak buta,kalau dia emang preman,akhirnya menjadi peminta-minta(pengemis).

Pasca itu, ia membalikkan badan tanpa mengucapkan apapun. Apalagi  terimakasih, yang jelasnya ia kesal, geram, marah dan jengkel. Karena tidak bisa mewujudkan permintaannya.

Gara-gara Lima Ribu Rupiah itu. Gadis kecil yang dari tadi di belakangnya, merengek. Ia tak bersuara banyak. Cukup mengeluarkan mimik wajah yang kusam, sambil berlari mengikuti laki-laki tua tadi, entah ayah atau kakeknya.

Ya, sudahlah!

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 25/05/2011, in sekitar kita, Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. iya sih paling seram jumpa yg jkayak gini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: