Banda Aceh; Peradaban Wisata Masa Depan Indonesia


Hampir enam tahun silam lebih, bencana yang tidak hanya  merenggut korban jiwa  namun juga harta benda. Apalagi  tata ruang  alam, Serambi Mekahnya Indonesia ini , lumpuh tak berdaya ulah “Tsunami”. Berada pada titik nadir yang memilukan, bahkan pesimisme untuk membangun kembali begitu hampir memudar.

Namun kekuatan untuk tetap menyongsong hari esok, demi anak cucu yang akan mewariskan segala harapan dan cita-cita, menghilangkan  jejak yang namanya “pesemis” tadi, dengan kekuatan optimis yang luar biasa. Pada  akhirnya membangun kembali Banda Aceh seperi sedia kala. Menjadi pilar dan gerbang NKRI di ufuk barat.

Tercetus upaya untuk merestorasi kembali Banda Aceh sebagai provinsi yang mengandung nilai sejarah bangsa untuk di pelajari dan terus dikembangkan, sehingga menjadi salah satu perbincangan dalam percaturan Internasional, kelak dikemudian hari .

Adalah gagasan besar tentunya. Mengenalkan Aceh dengan Visit Banda Aceh Year 2011. Bukan sebuah mimpi lagi namun kenyataan. Banyak hal menarik yang menjadi daya pikat Aceh, bukan hanya dari segi keunikan budaya, bahasa, dan bahkan makanan Aceh yang memiliki cita rasa yang luar biasa, namun alam yang dimiliki pun tak kalah mempesonanya  seperti Bali dan Lombok. Namun tergantung pada pengelolaan secara optimal, masif dan berkelanjutan oleh elite yang duduk memimpin  saat ini.

Potensial Alam

Seperti  di daerah  wisata lainnya di Indonesi, Aceh juga memiliki tempat eksotis yang akan membawa kita semua pada keindahan serambi Indoensia sesungguhnya.  Pantai Lampuuk,  Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh,Krueng Raya dan tempat menawan lainnya adalah bukti bahwa, potensial alam Banda Aceh begitu menjanjikan untuk di garap secara maksimal, jika mau.

Keseriusan penggarapan wisata Banda aceh,  tentu tidak menutup kemungkinan akan melahirkan destinasi pariwisata yang tidak hanya di Bali saja, tapi Aceh pun akan menjadi daftar favorit para wisatawan domestik maupun mancanegera.

Belajar dari pariwisata Bali, tentu Banda Aceh tak harus ‘copy paste’ ala gaya pengelolahan pariwisata di Bali, namun seyogianya menjadikan refrensi, apa yang sepatutnya di tiru dan tidak. Mengingat Bali lebih menonjolkan pada pariwisata berwawasan budaya, di tambah lagi , ritual keagaman yang dianggap unik oleh wisatawan .

Mencari jati diri atau branding Banda Aceh tidaklah sulit, yang terpenting penggarapan secara maksimal, bersinergi, komunkasi tanpa batas dari pemerintah dengan masyarakat harus stabil serta kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai sadar wisata, adalah hal utama untuk membangun dan mengangkat Banda Aceh sebagai salah satu tujuan pariwisaata yang patut di perhitungkan pula.

Ada beberapa tawaran dari penulis untuk mengembangkan potensi yang dimiliki banda Aceh,khususnya wisata.

Pertama, Revitalisasi Budaya. Setiap daerah di negeri ini memiliki budaya yang beragama. Begitu pun dengan Aceh. Menjadi modal terbesar untuk mendenyutnadikan Aceh dengan budaya yang dimiliki. Pengkemasan yang menarik sehingga mendatangkan daya tarik tersendiri oleh wisatawan.

Namun seyogianya  tidak  mengekploitasi budaya secara berlebihan hanya untuk pencitraan daerah setempat. karena akan berdampak fatal pada lingkungan dan sosial religious, khususnya warga Banda Aceh.

Kedua, Humanis. Hal ini begitu amat penting. Membangun komunikasi yang ramah dan santun adalah cela untuk memikat para wisatawan. Menerima keterbukaan dan pluralisme dengan lapang. Itu  di karenakan sebagai destinasi pariwsata tentunya akan berkumpul beragam Negara, budaya, bahasa , dan agama. Namun perlu juga filterisasi sesuai dengan kaidah dan norma yang berlaku khususnya  di Banda Aceh.

Ketiga, Hubungan manusia, Alam dan Tuhan. Ini menjadi pijakan agar kehidupan sosio –religus tetap seimbang. Konsep ini menawarkan bagaimana manusia(masyarakat) bisa menghargai alam, dalam mempotensialkan wisata yang ada, karena acapkali atas nama pariwisata  dan kesejahteraan masyarakat, Alam hancur lebur karena saking “nafsunya” membangun infrastruktur sebagai akses wisata. Begitu pun  hubungan dengan Tuhan, harus tetap berlanjut.

Keempat, Infrastuktur yang Ramah Lingkungan.  Pembangunan infrastruktur  begitu penting dalam pengembangan wisata. Nyaman, strategis,aman,dan biaya yang terjangkau (bukan berarti murahan) adalah dambaan semua wisatawan. Namun infrastruktur ramah lingkungan  harus menjadi perhatian penting, karena mengingat isu pemanasan global semakin luas, terlebih  untuk mengurasi efek rumah kaca. Alangkah baiknya menggunakan infrastruktur dengan bahan-bahan yang tidak  “berat”, artinya bahan mudah di daur ulang.

Kelima, Promosi. Event apapun, apalagi untuk mengenalkan Aceh di mata nasional dan internasional butuh promosi yang kreatif, maksimal  dan berkelanjutan. Seperti yang dilakukan saat ini yaitu lomba  blog dan website Visit Banda Aceh Year 2011. Selain itu masih banyak lagi jenis promosi yang bisa dilakukan seperti pertukaran pelajaran dan pemuda ke tempat wisata di Indonesia dan luar negeri , study banding, workshop, seminar,dan gerakan sadar wisata lainnya.

Semoga Bermanfaat!

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 02/06/2011, in Tips Blog and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Arief Abdul Ghafur

    wowww.. keren2…
    anak bali promosi aceh.. hehe
    tq beli..(betol gx tulisannya)

  2. ia lah, mudah2han bisa digunakan sebagai refrensi…

  3. It’s good to see someone thkinnig it through.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: