Hidup tanpa Handphone


“Kamu bisa hidup tanpa Hp seperti saat ini,” tanya ku  kepada salah satu teman yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata beberapa hari yang lalu di posko.

“Nggak bisa lah, pagi-pagi soalnya udah cek Fb dulu, “ jawabnya cepat.Itu hanya pernyataan singkat dari salah satu teman, bagaimana dengan anda. Apakah sama.

Bangun tidur, yang pertama kali di cari adalah Hp. Mungkin  saja Hp Anda berada di balik bantal, ataupun di bawah kasur, apalagi anak muda. Dengan mata yang masih memerah dengan kedipan mata  5 watt(balon kale,,) , berusaha untuk memperhatikan layar hp, entah sms dari yayang tercinta, atau  telephone dari teman untuk segera mengerjakan tugas kuliah yang numpuk. Mungkin sekadar up date status di jejaring sosial demi menjaga kenarsisan, he.

Belum cukup samapai disana kawan,  coba perhatikan  tetangga  depan rumah yang sedang asyik menelpon pelanggan tumpangannya, meletakkan hp-nya diantara celah helm dan telinga, sambil mengendarai sepeda motor. Wah , mantap.

Berselang waktu beberapa menit, lewat  lagi tukang bakso, langganan Anda Mas Parjo. Lagi-lagi asyik komat kamit , entah dengan siapa, mungkin kalau dulu disebut orang gila. Tapi sekarang tidak lagi, karena komat-kamit yang dilakukan oleh Mas Parjo tak sembarangan.

 Ia lagi nelpon keluarga di Jawa Timur.maklum 2 tahun sudah belum pulang kampung,  ada headseat yang menutupi telinganya, yang lagi-lagi tersambung ke hp smartphone-nya,,wah, gaul banget kan mas Parjo nya, dikalah neh..he.

Itu hanya sedikt cerita sehari-hari yang bisa kita temukan mengenai eksistensi Hp, di hadapan penggila komunikasi instan saat ini.

Dunia Dalam Genggaman.

Siapa yang saat ini tak membutuhkan jasa telpon seluler atau yang sering di kenal dengan hp(handphone) sebagai alat untuk berkomunikasi. Sejak kemunculannya sampai saat ini, hp menjadi bagian hidup dalam menjalankan aktivitas masyarakat modern.

Bukan hanya sekadar untuk nelpon maupun mengirimkan pesan, dengan perkembangan tekhnologi saat ini, hanphone memiliki multifungsi yang tiada tara. Nonton Tv tak perlu repot-repot harus membawa tv yang ada di rumah, Hp merek tertentu pun telah menyediakan fasilitasnya, sangat fleksibel dan terjangkau.

Mau internetan tak perlu lagi capek-capek ke warnet sebelah atau ke pusat keramaian, dengan adanya hp, tinggal klik,  jika saldo  pulsa mengizinkan. Begitupun, bagi mereka/Anda yang super sibuk dan tidak sempat membeli barang untuk kebutuhan sehari-hari.

Anda tak perlu lagi harus kepasar ataupun supermarket, saat ini lagi tren toko online(baca: mini market maupun supermarket online),menyediakan barang kebutuhan yang  Anda inginkan, Apapaun itu. Yang penting ada uang, barang siap diantar kapan pun anda mau; wah instan banget ya!

Itu semua hanya dalam genggaman anda. Yah, berkat handphone. Perangkat apapaun anda cari demi menunjang aktivitas, Ada. Jangan salah jika ada yang mengatakan bahwa, dunia saat ini memang betul adanya dalam genggaman kita. Enak banget ya!!! Tinggal genggam loe, lalu mainkan.  He…Emang apaan!

Tanpa Hanphone?

Perkembangan penggunaan Hp diindonesia tak bisa di duga jumlahnya berapa, kalau di perkirakan sesuai data, ya bisa-bisa saja, namun belum tentu valid.  Karena setiap harinya minat beli dan animo masyarakat untuk menggunakan alat komunikasi tersebut begitu  mengagumkan, khususnya tipe dan merk yang lagi in saat ini.

Terus, bagaimana kalau peredaran Hp mulai di batasi bahkan di tarik peredaran dari seluruh pelosok dunia? Siapkah anda menerima kenyataan tersebut. Terus bagaimana dengan hubungan kamu dengan Ani, Ita, Yona, Iwan, Komang, Ketut, Pak ridwan, dan Tante Preti dan relasi bisnis kamu di beberapa perusahaan lainnya, kalau Hp di tarik? Bisa gawat neh.

Kalau benar  perusahaan raksasa Hp seperti Nokia, Samsung, Sony Erikson, Blackberry, Motorolla, Hp China, serta Hp lokal yang bergelimangan seperti sayur di pasaran gulung tikar karena alasan kuat,  bukan karena alasan finansial semata atau pangsa pasar, maka apa yang terjadi pada era digital yang membuming dengan arus komuniukasi massa yang dahyat seperti saat ini?

 Untuk itu,  saya butuh komentar anda semua!!!!!!!!!

 

 

 

 

                                                                                            

 

 

 

 


Hidup tanpa Handphone

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 20/06/2011, in Refleksi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Berkat adanya alat komunikasi seperti HP, Internet, dll dunia terasa sempit ya..

  2. teknologi menjadi candu, tanpanya kita merasa sepi …

  3. Betul sekali , seperti daun kelor…hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: