Nasib Wilayah Indonesia Bagian Timur


“Pilih kasih banget UI (Universitas Indonesia), untuk Indonesia Timur gak ada,” komentar tersebut terpampang ketika Kompas.com memposting berita mengenai beasiswa S2  untuk pemuda yang aktif dalam organisasi.

Memang benar dalam berita tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Universitas Indonesia menyediakan beasiswa S-2 di Universitas Indonesia bagi para pemuda yang aktif di organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat berbasis pemuda serta aparatur pemerintah yang menangani kepemudaan.

 Namun  sayangnya  pemuda yang mendaftar harus berasal dari    17 provinsi  dari 33 provinsi yang telah ditentukan, keterlaluan! Pulau besar yang mewakilinya adalah Sumatera, Jawa dan Kalimantan sedangkan Sulawesi dan Papua, tidak dicantumkan.

So, sangat beralasan jika komentar diatas mewakili kekecewaan terhadap pemuda yang (mungkin)aktif di wilayah Indonesia bagian Timur. Apalagi, para pemuda tersebut  sempat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, namun tak tersentuh sedikit pun untuk bisa melanjutkan perguruan tinggi.

Membaca komentar  tersebut, saya cekikikan tertawa lepas, karena kesannya orang tersebut ngarep banget. Namun merasa iba juga karena, ia  berkomentar di media online sekelas Kompas, dengan blak-blakan meyampaikan “kekesalannya”.

 “Kandas sudah harapannya untuk bisa kuliah S2 lagi,” pikirku  lagi dalam hati.

Kemungkinan besar orang tersebut bertempat tinggal di wilayah bagian Timur Indoensia, entah Ambon, NTT, NTB, atau mungkin di Papua sana! Tapi yang jelas dari komentar tersebut, sangat jelas, ia berharap besar agar pendidikan juga bisa menjamah seluruh bagian Indonesia, bukan hanya berkembangbiak di pusaran ibukota saja atau pulau Jawa pada umumnya.

Banyak Contoh

Sebenarnya banyak contoh yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di bidang pendidikan saja, bahkan bidang lainnya pun terkesan di sentralkan di pulau Jawa. Dari pusat pemerintahan, industri kreatif, Bisnis, tekhnologi, gaya hidup, akses informasi  bahkan pedagang bakso pun sampai urban besar-besaran ke Jakarta (baca; Pulau Jawa aja!).

Potensi di daerah khususnya Indonesia bagian Timur sebenarnya luar biasa. Namun kenyataan dilapangan selalu dianak tirikan. Sehingga, jangan salahkan jika ada urban gila-gilaan meyerang pulau Jawa atau Indonesia bagian Barat yang memiliki denyut nadi perekonomian dengan segala penunjangnya yang wah…!

Begitu pun media massa saat ini dirasa tidak adil dalam mewartakan informasi mengenai realitas, khusnya provinsi yang berada di bagian Timur. Kebanyakan menyorot konflik, kemiskinan, busunng lapar, bencana alam, dan info memalukan lainnya, yang pada intinya tidak mengenakkan.

Padahal media memiliki andil yang sangat besar dalam membangun citra di masing-masing wilayah.  Itu tercermin dari,  sorotan kamera dan isi berita media massa, yang  “lebih senang” dengan berita   yang nggak enak .

Jakarta, Brow!

“Dikit dikit harus  ke pusat(Jakarta)”, pikirku ketika setiap orang sibuk ingin melakukan aktifitas yang “eksekutif nan eksklusif” ke Jakarta.  Dalam pikikan konyol, saya menilai bahwa provinsi lain, entah yang baru mekar kemarin sore, tadi pagi, 2 jam lalu, bahkan  sampai yang tak  mekar sama sekali.

Tak ada artinya, alias provinsi bodong( ngomong-ngomang saya jahat juga ya…). Pernah berfikir juga, Indonesia hanya memiliki Jakarta(Pulau jawa), sedangkan pulau yang lainnya adalah  perbatasan Indoensia yang memiliki kemiripan budaya yang sama.

Bahkan teman-teman saya dengan  bangganya luar biasa, ketika berkunjung ke Jakarta(secara , Ibu kota gitu loe), menceritakan ini-itu. Hotel  yang megah dengan nuansa kemacetan yang luar biasa, namun bisa tertolong dengan adanya “pangeran” Busway, busyet dah!!!! Sampai-sampai tanah kelahirannya yang berada di Indonesia bagian Timur, tidak menjadi bahan cerita/informasi  yang asyik, mungkin malu dengan wilayah purbanya.

Bagimana dengan Anda???

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 03/07/2011, in Refleksi. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. aneh juga ya, mas, kebijakan kok diskriminatif begitu. padahal, sekarang sdm di 33 provinsi sudah hampir merata. kenapa juga pemuda2 kawasan timur masih juga dipandang sebelah mata?

  2. alasannya menurut saya, :
    1. pemuda yang tinggl di Indonesia bagian timur masih dianggap “purba”
    2. banyak pemuda yang masih Malu untuk “mengekpose” diri dari dunia luar
    3. akses informasi sulit, dan penunjang infrasturktur lainnya masih minim,
    4, masih saya pikirkan mas sawali,,,,

  3. jangan heran banyak daerah2 yang dekat dengan perbatasan negara tetangga yang mendapatkan fasilitas yg jauh dari hiruk pikuk kota di jawa krn memang pemerintah sendiri tidak berlaku adil terhadap daerah2 di kawasan indonesia timur.

  4. saya baru tahu kalau daerah2 yang dekat dengan perbatasan negara tetangga yang mendapatkan fasilitas yang layaknya kota. terimaksih informasinya mas Aan

  5. menurut aku klo namanya beasiswa itu gak pilih kasih koq… asalkan kita bisa lolos syarat2 yang di tentukan pst bs dapetin beasiswa, lagian skrg juga banyak koq beasiswa2 bkn hanya dari pemerintah… memang sich harus ngantri karena terlalu banyak yang pengen dapetin beasiswa🙂

  6. maksud saya pilih kasihnya sebatas pada Indonesia bagi barat aja mbk, sedangkan timur gk pernah ada perhatian,meskipun ada itu pun sedikit….

  7. Lebih baik pisah dari NKRI saja mas…daripada terus dianaktirikan…..hayoo ikut jejaknya Timor-Leste…

  8. @sanu: salam kenal, saya masih cinta dengan papua, untuk menjadi keluarga besar NKRI, namun bagaimana caranya sekarang (agar) tetap NKRI ini bersatu, tanpa ada sekat dan batasan, ini pekerjaan kita semua, dan organ yang ada dalam negeri ini!!!

  9. begitulah indonesia yang katanya tanah surga tapi pemerintah juga harus tau diri bahwa aset terbesar yg di miliki indonesia ada di bagian timur indonesia yaitu p.t freeport dan masih banyak lagi jadi jangan heran ketika rakyat indonesia timur sama2 berseru melepaskan diri dari NKRI, bila perlu pancasila alinea ke 5 yang berbunyi KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, menurut saya pancasila alinea ke 5 ini di hapuskan saja atau di rubah menjadi KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT PULAU JAWAN

    by pancasila komunis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: