Trend Poligami dalam Elite Politik


Belakangan ini “gosip” dari media massa berhembus kencang mengenai pernikahan salah satu pejabat di Bogor.

Yups, siapalagi kalau bukan  walikotanya,  Diani Budiarto. Sedikit tercengang karena usianya yang tidak muda lagi, namun nekad untuk nikah dengan seseorang gadis yang masih belia dan  aduhai. Alasannya  sih sama seperti lelaki lainnya; Cinta.

Perempuan yang dinikahi Diani itu bernama Siti Indriyani. Dia disebutsebut baru saja lulus dari sebuah SMA swasta di Jakarta. Ada juga sumber yang meng ungkapkan bahwa perkenalan antara Diani dan Siti terjadi di Jakarta.

“Cinta apanya kalau sudah menikahi perempuan sampai empat kali, itu sih nafsu yang menjalar”, pikirku ngedumel.

Sebagai seorang pejabat publik sekelas walikota, tentu menjadi cubiran masyarakat. Kok, walikota nikah terus kerjanya, kawin cerai,kawin cerai, tak lebihnya seorang artis. Publik figur sekelas walikota memang layaknya  seorang artis:popular.

Terkenal di hadapan masyarakat. Pola gerak –gerik dan tingkahnya selalu menjadi cerminan. Jadi, apakah  kata “wajar”  bagi seorang Walikota   untuk menikah yang keempat kalinya, meskipun tanpa restu dari istri sebelumnya? Kalau tidak setuju bisa di sanggah kok, tapi janagn emosi!

Kisah cinta walikota dengan Siti, dikarenanakan  awalnya Siti bermasalah dengan biaya pendidikan di SMA, kemudian di Bantu oleh Walikota sampai  lulus sekolah. Dan terdengar mereka menjalin hubungn dan suka saling suka,(Hmm…kayak anak ABG aja).

“Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi”. Pepatah genit ini pantas untuk mengambarkan asmara walikota Bogor Diani Budiarto dan Siti Indriyani  tersebut. Pasti banyak lelaki patah hati atas tindakan yang diambil oleh Siti yang bersanding dengan lelaki tua yang sudah jenggotan, untung jabatnnya Walikota.

“Dasar tua Bangka”, itu yang saat ini dipikirkan oleh para mantan Siti yang merasa kecewa. Tak sudi melihat laiki-laki tua yang  mendampingi Siti. Cinta memang cinta, namun ada batasannya(menutur pandangan saya pribadi).

Trend poligami dari sosok figure belakangan ini, semakin massif memang. Cibiran publik   tak  berarti. Buktinya, banyak elite kita yang gonta-ganti pasangan. Tak usah saya sebutkan satu per satu, nanti dosa(kata pak Utstad).  Poligami,  apakah benar sekadar mencari perhatian, eksistensi,cinta atau nafsu?

Bagimana dengan pandangan para blogger?

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 06/07/2011, in Politikus Moeda and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. konon harta, tahta, dan wanita memang menjadi sumber utama godaan manusia, mas. dan godaan itu bisa datang dan menimpa siapa saja, bukan hanya kaum politisi saja, hehe …

  2. yoi, manusia(politisi) kan selau pandai berkelit bahwa itu adalah godaan, sekarng manfaatkan Pikiran sehat yang dimiliki manusia, biar gk tergoda,,,

  3. hehehehe… lucu juga nich postingan… jadi penasaran yang namanya siti🙂

  4. cari ja di mbh google mbk ,,,kalau sulit ketemu ma dia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: