Pulang ke “Pulau Kering”


Dok.Pribadi: Nuansa alam "Pulau kering"(Nusa Penida) yang begitu menabjubkan, hamparan pantai dikelilingi dengan pasir putih

Sudah hampir Empat Bulan belakangan  tidak pulang dan berkumpul dengan keluarga (yang jelasnya tidak seperti bang toyib), sekarang akhirnya pulang juga. Alasannya simpel dan amat formal, sibuk Kuliah Kerja Nyata(KKN). Secara, sudah(hampir) semeter akhir dan  merampungkan beragam embel-embel tugas kuliah.

Namanya juga pulang kampung, nuansanya selalu berbeda, hangat dan  bisa berkumpul  dengan keluarga. Menjadi cerita tersendiri, dari kosan hingga sesampainya di depan pintu rumah.

Meskipun ngekos  di Denpasar, namun tak membuat saya lupa dengan habitat   dimana dilahirkan dan saat ini bisa mengela napas. Yah, Nusa Penida. Sebuah pulau yang terletak disebelah Selatan  Pulau Bali, yang bergandengan dengan  Kabupaten Klungkung.

 Meskipun bergabung dengan Provinsi Bali, Nusa Penida  nampak seperti gugusan pulau kecl yang eksklusif terhampar di lautan luas pasifik. Secara geografis, struktur dan bentuk pulau ini memang seperti gugusan pulau di NTT dan NTB, berbukit dan terjal.

Jarang ditemukan dataran luas yang lapang. Belum lagi suasana dingin yang mencekam, meskipun pada siang hari. Pulau Nusa Penida sering disebut juga sebagai “Pulau Kering” . Itu dikarenakan, tekstur wilayah berbukit dan berbatu, sehingga setiap musim hujan datang, warga harus kreatif membuat tempat penambung air yang sering di sebut dengan  cubang (tempat penampungan air seperti bak berbentuk persegi). Meskipun terholong daerah kering, namun masyarakat mampu hidup bertahan samapi sekarang. Memanfaatkan air seadanya.

Syukurlah, semuanya bisa tertangani, dengan gerakan hemat air yang dilakukan. Padahal janji pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membuat aliran air bersih  sudah mantap, toh sampai sekarang masing saja terkatung-katung. Alasannya beragam, ini itu, oleh itu , dan karena ini. Ribet!

Jika melirik dari mata pencarian  masyarakat, sebagian besar sebagai Petani, Peternak, Nelayan, dan Pedagang. Sisanya   urban ke Denpasar, baik sebagai PNS, Wirausaha, Karyawan Swasta, Mahasiswa, Pelajar dan Buruh.

Hiruk pikuk pulau Nusa Penida, tak bedanya seperti pulau lainnya yang tersebar di seluruh seantro negeri ini.  Namun, akses fasilitas dan segala penunjangnya masih terbatas, meskipun pemerintah telah mengklaim ada peningkatan. Omong kosong!

Mengenai daya tarik jangan salah prangsaka dulu. Meskipun di juluki sebagai “Pulau Kering” namun nuansa alam dan lautnya yang biru, tak kalah dengan Patai Kuta  ataupun Sanur sana. Para  wisatawan lokal maupun asing dimanjakan dengan nuansa alam natural yang sesungguhnya.

Jauh dari keramaian dan polusi. Dengan laut lepas yanag luas, ditambah lagi pasir putih yang mengelilingi pulau yang nampak dari kejauhan di tumbuhi pohon kelapa tersebut. Bagi anda yang menggemari  wisata Diving tak ada salahnya mencoba, kalau berkunjung ke Pulau ini.

Menikmati harti libur di “Pulau  Kering” dan merupakan habitat saya dari kecil, akan menjadi pelajaran berharga . Ditengah-tengah generasi muda yang malu akan mengakui pulau tersebut sebagai tanah pijakan dari sejak ia lahir.

Apalagi, mereka yang sudah mapan tinggal di kota (Denpasar). Dan (harapan saya) semoga saja Nusa Penida tidak menjadi  sebuah sejarah kecil yang akan malegenda di mata para generasi yang saat ini secara massif melakukan urban.

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 12/07/2011, in Jalan-Jalan, Refleksi, sekitar kita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Bagus banget pemandangan kampungmu kawan….. boleh lah nih undang2 saya kesana (ngareeep). hehehe

  2. boleh2, kpan2 kalu ke Bali kontek2 ja,hehehe

  3. Wah saya belum pernah sempat mampir di nusa penida, kapan-kapan harus mampir ke sana..🙂

  4. ok, boleh2, tarifnya murah neriah mas, hehehe(kalau punya uang )!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: