Pasang Bendera Atau Perang?


Sebenarnya telat saya  posting mengenai 17 Agustusan kemarin, tapi nggak apalah, daripada tulisan ini membusuk🙂, dan keburu diserang ulat. Cuman sekadar berbagi cerita dan informasi, semoga menjadi bahan renungan!

 Waktu  di ponsel menunjukkan pukul 11.30 Wita, dengan angkuhnya sang surya menampakkan  sinarnya yang beringas, terasa gerah dan panas!

Beberapa gerombolan mahasiswa yang sedang melaksanakan  Kuliah Kerja Nyata(KKN) di pedesaan yang masih beraroma kota, letaknya Desa Penarungan, Kabupaten Badung, Bali. Nuansa objek wisata terasa betul, tak sembarang desa.

Sambil ngerumpi, saya dan kawan-kawan lainnya membawa bambu dengan panjang kira-kira 7 meter menuju kantor kepala desa Penarungan. Ternyata semua perangkat desa sudah menunggu dan bersiap untuk memasang umbul-umbul bendera , meyambut Kemeredekaan RI  yang ke 66. Kami pun diinstruksikan untuk sesegera mungkin membantu.

“Cepat sini, bantuin cepat,” dengan langkah seribu kami menghampiri  Kepala Desa. Diserahkannya beberapa peralatan untuk memasang umbul-umbul di bantu dengan pegawai disana, lengkap dengan senyum  santainya.

Pemasangan bendera di mulai. Ada yang membuat lubang untuk tempat bambu di depan kantor Kepala Desa, ada pula yang membersihkan disekitar pemasangan umbul-umbul. Diselengi ngerumpi pun dimulai, ada yang membicarakan mengenai bisnis, hingga perlombaan menyambut 17-san.

Bahkan tak jarang dari perangkat desa terlihat ngobrol dengan mahasiswi, ada yang ngegombal, hingga bertukaran no ponsel, pokoknya lengkap, bak interaksi di pasar, tawar menawar.

Setelah beberapa jam, semuanya nampak kelelahan. Suara obrolan tak terdengar lagi, semua menatap kelangit. Apalagi kalau bukan sinar mentari siang, yang begitu menyengat.  Wajar, karena di smartphone kawan telah menunjukkan pukul 13.30 Wita. Semuanya gelisah, mencari dahan yang rindang, sambil menadah tangan diatas dahi, mencoba mencari perlindungan, meskipun hanya diselingi oleh jemari tangan. Tapi lumayan lah, terlindungi sedikit.

Semua menjauh dari tempat pemasangan  umbul-umbul bendera, mendekati pepohanan yang ada disekitarnya. Apalagi para mahasiswa, dengan tanggap mencoba mencari dahan rindang. Begitupun dengan jajaran Kepala desa, sama seperti kami.

“Ayo, cepat pasang benderanya, kok malah istirahat,”ujar kepala desa dengan nada yang sedikit garang. ” Ayo, kesini,“ tegasnya kembali.  Nampaknya, beberapa mahaiswa dan jajaran perangkat desa, tidak tanggap dengan apa yang disampaikan oleh orang nomor satu di desanya tersebut.

“Kalian baru disuruh pasang bendera saja sudah nyerah, belum perang dengan Belanda, “tegasnya dengan muka memerah. Para mahasiswa dengan spontan berlari menuju arah kepala desa, dan mengambil bambu yang siap ditanjamkan lengkap dengan Bendera merah putih.  Berbeda  dengan pegawai Desa, malah cengegesan, bahkan ada yang tertawa lepas. “Bedakan antara kita dan pahlawan,” pekik salah satu pegawai.

“DASAR KALIAN…,” katanya dengan nada menggelegar. Semunya terdiam, dan melanjutkan lagi untuk pemasangan bendera. Begitulah, hingar bingar dalam menyambut 17-san. Setidaknya banyak makna yang diperoleh untuk menyambut dirgahayu Indonesia ini, meskipun dengan hal kecil seperti diatas sekalipun.

Sumber foto disini

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 31/08/2011, in Refleksi, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. yang cewek2 tetep ikut masang bendera ga? beda ya dengan Cut nyak dien

    hehehe salam kenal, salam hangat.

  2. ikut lah, tapi yang dominan cewek,🙂
    salam kenal juga bos…

  3. permisi…
    cuman mau share video bayi yg senyumnya cute bgt. kali aja jadi terhibur ngelihatnya

  4. hahahahaha….lucu banget videonya, bayinya tembem2…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: