Kerja Untuk Cari Uang, Sampai Kapan ?


Sebulan yang lalu, teman saya mengirimkan pesan melalui SMS. Isinya cukup menggelikan, karena harus membahas mengenai pekerjaan dan sedikit mengarah pada masa depan. Saat ini ada kesempatan untuk saya share bagi para pembaca budiman blog ini🙂

Pesan dikirim  pada tengah malam sebelum saya tidur. Ia adalah sahabat yang saat ini  telah menanggalkan status kemahasiswaannya. Yah, kini ia menjadi seorang  SARJANA! Status yang di idamkan para mahasiswa sekaligus sebagai pencapaian “sempurna” dalam tataran akademis.

“Kalau kita telah lulus kuliah, pasti akan butuh pekerjaan untuk mencari uang. Kalau kita nggak kerja, kita nggak punya uang, lalu sampai kapan kita akan  terus bekerja demi uang, bagimana menurutmu?”, pertanyaan tersebut cukup panjang masuk kedalam HP saya.

Pertanyaan tersebut, cukup mengagetkan. Karena kawan saya tersebut, tumben-tumbenya menanyakan hal seserius itu. Diawal  pembuka SMS-nya ia menyatakan cuma sekadar  sharing.

“Tergantung orangnya, pekerjaan dibutuhkan apalagi yang akan lulus dan menyandang sarjana. Pekerjaan merupakan  pembuktian atas usaha dan proses yang dilakukan selama menempuh jalur pendidikan formal. Namun ada juga tipe orang  idealis, menggunakan pekerjaan sebagai penunjang untuk memenuhi kebutuhan, lebihnya melakukan hal-hal sosial atau kegiatan yang tak terlalu memikirkan keuntungan,”kataku dalam isi pesan melalui via  SMS .

Balasan tersebut saya coba kirim meskipun sampai dua kali, karena karakter dalam HP begitu panjang. Jawabannya memang sediki formal. Tapi tak apalah, untuk meyakinkan.

Kawan saya menyaggahnya. Ia memberikan perbandingan yang membuat saya sedikit geram. “Itu kan dalam benakmu, apakah seumur hidup kita akan terus kerja, apa anak kita nanti akan begitu juga, yang tiap hari kerja demi uang?,” paparnya lagi  menambahkan pertanyaan.

“Otomatis, selama kita kuat dan mampu. Hidup memang untuk berkarya (kerja). Uang  itu penting, tapi uang bukan segalanya  “jawabku lagi mengirimkan pesan tandingan.

“Tapi sama saja, intinya uang kan?”, balasnya lagi. Saya pun menjawab mengenai pandangannya yang  amat  kaku tersebut. Namun  ia tetap ngotot, bahwa uang lah yang selalu menjadi alasan utama seseorang wajib kerja.Titik.

“Jadi intinya, kesimpulan pada malam hari ini yaitu yang kita butuhkan adalah uang. Tapi jangan sampai diperbudak oleh uang. Hehehe…,” pesan terakhir itu sedikit memberikan saran yang sarat dengan nilai ngeledeknya. Kemudian saya tak merespon SMS tersebut  lagi. Menganggap  pesan itu adalah yang terakhir.

Malam itu setidaknya malam yang tidak menenangkan bagiku. Karena pembahasan terlalu tertumpu pada uang, uang dan uang. Seakan tujuan kita hidup hanya mencari uang. Meskipun uang kita butuhkan , termasuk saya dan Anda!

Bahkan dalam status Fb-nya pun, hal tersebut di posting dengan komentar yang tidak sedikit. Kemudian saya berfikir lagi. Apakah ini gejala-gejala mahasiswa yang belum siap memperoleh status sarjana dan akan diapakan status tersebut?

Entahlah!

 

Sumber Foto disini.

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 03/09/2011, in Ekomania and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. saya mencari uang untuk hepi-hepi..
    karena kalo pengen maen, terus gapunya duit buat beli bensin.. ya ngga hepi.
    hehehe (^_^)v

  2. itu salah satunya bos😉
    salam kenal

  3. nah.. makanya sebelum lulus kuliah, cari kerja dulu…. agar belum sempat punya pikiran seperti ini.. hehe

  4. Kebetulan saya yang tak mengenyam pendidikan Strata hanya Diploma 1 tahun dan itupun saya tempuh 6 bulan saja karena saya ternyata bukan type orang yang dengan mudah menyerap ilmu di bangku kuliah (karena ortu sempat minta saya ambil S1), ilmu bisa saya dapat langsung dnegan praktek.

    Saya bekerja demi kepuasan. Saya puas jika bisa membantu orang tua, adik saya kuliah dengan uang hasil kerja saya, puas jika bisa membantu sesama dengan uang hasil kerja saya dst.

    Bukannya mendewakan uang, tetapi segalanya kan emang butuh uang bahkan membantu sesama pun butuh uang:)

  5. salam kenal…
    Berhubung saya singgle parent yang di tinggal suami karena meninggal….
    jadi saya harus terus kerja untuk menafkahi anak2.

  6. @Pendar: Pandngan saya mengenai uang mungkin berbeda dengan mbk,,Uang BUKAN segalanya, uang adalah media yg “SANGAT TREND” sbagai alat tukar-menukar,namun ke-TRED-nanya membuat sseorang lupa peran uang itu apa,:)

    @nopha:salam kenal juga
    Itu sebuah kewajiban untuk menafkahi anak2 mbk, apalagi single parent.Asalkan tidak lupa dengan keluarga(anak-anak) karena karir, yang tidak lain demi uang …🙂

  7. Yang lupa peran uang itu kan mereka yang sudah di pekerjakan oleh uang…. semoga kita menjadi golongan dari orang-orang seperti ini.

  8. semua orang meginginkan bisa berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan,..masalah di kontrol dan lupa akan peran uang, tergantung orangnya🙂

  9. wah, makasih udah di ajak ke sini mas🙂
    yup, sejujurnya, saya pribadi ga pengen bekerja di orang, tapi pengen punya usaha sendiri…tp karena beberapa hal, untuk beberapa tahun kedepan, saya menyadari harus bekerja terlebih dahulu, selain mengumpulkan uang buat modal usaha(tp tetep, uang bukan segalanya buat saya), saya pun ingin membuka jaringan dan menambah kapasitas kita sebagai insan yang lebih baik salah satunya dengan belajar dan bekerja ke orang lain..itu menurut saya sih mas…hhee…🙂

  10. Up to you, keputusan semua ada di tangan kita masing-masing, banyak jalan menuju roma (tapi yg positif), sukses selalu mas aris…

  11. Cari uang terus selagi bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi saya cari uang nya secara online karena hanya seorang ibu rumah tangga.

  12. Menjadi pemasar freelance komisi 30 persen setiap order hubungi kami http://pdalfanpandujaya.wordpress.com atau telepon kami di call center 0818893282

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: