You Inconsistent!


Harus di mulai darimana untuk mengatakannya. Untuk mencari biang kerok pun , penilaian anda terhadap saya akan mengarahkan pada penghakiman.

Hal itu yang bisa saya petik dari sikap seorang teman, yang lagi-lagi menurut penilaian saya ia lebih baik dari pada yang lain. Tulisan inicuma menghantarkan agar saya bisa merefleksi kesalahan diri sendiri dan menjadi sosok manusia yang bisa mengerti, itu saja. Tidak lebih!

Oh, ya ternyata saya terlalu terlena dengan kulit luarnya. Mungkin itu yang pernah anda rasakan ketika baru kenal dengan seseorang. Sikap perhatian yang lebih, melebihi apapun. Bahkan, tindakan konyol dan memalukan pun akan saya, kita dan anda lakukan, benar tidak? Tidak lain karena alasan anda dan saya: kagum, bukan atau sekadar mendekati rasa  cinta(‘tsah dalem banget!)

Pengorbanan yang dilakukan mungkin tak seberapa di bandingkan harus tampil lebih baik dan prima di hadapannya. Yah, mendekati sempurna, realitasnya amat jauh. Kekaguman muncul, ketika sosok tersebut memberikan warna dan warni berbeda, fresh, dan menyuburkan kenyamanan. Sedikit lebai , alay atau apalah namanya. Barometernya masih tetap, normatif dan manusiawi.

Sekali lagi, janji yang diberikan kepada anda, oleh orang terdekat anda bahkan oleh orang yang selama ini membuat hidup anda bergairah ternyata berubah 180 derajad.  Apa dan baimana perasaan anada? Oh, my God!!! Tentu anda akan bingung, penuh pertanyaan, marah pun tak ada artinya. Maskulin dan femenim, sosok dua jenis manusia, ciptaan Sang Esa, begitu rumit memang dipahami, termasuk anda dan saya.

Sekarang bilang A, semenit bahkan sedetik lagi katakan B. Ini  amat ramai dan sering kita temukan, hal remeh temeh, namun enggan untuk disikapi secara serius. Padahal efeknya, tak sekadar remeh temeh, acapkali menyakitkan, bahkan ganas.

Bukan menakuti, belajar dari pengalaman sebagai  dosen terbaik (maaf dulu guru, biar naik pangkat dikit pengalamannya). Tentu hal apapun, harus disikapi dengan lebih baik, sebelum menindas dan menyakitkan. Kembali lagi kepada ketidak konsistenan manusia, entah anda cowok atau cewek, maskulin, feminim . Janji yang diucapkan seharusnya bisa  di tepati,  apalagi bagi orang yang terkasihi yang amat kasian.

Pelanggaran janji, secara tertulis memang tidak memiliki kevalidan jika harus ditutut balik, karena bersirat pesan sementara yang katanya ‘kuat’ toh pada akhirnya pesan yang berwujud janji tersebut tak bertenaga ketika diingkari.

Jangan heran pula, banyak yang berjanji ini itu, tanpa memberikan persyaratan apapun, termasuk hitam diatas putih, tidak lain agar di kemudian hari atau pada saat tertentu ‘bisa’ dilanggar. Banyak bukti kawan, anda pasti sudah tahu itu.

Huuh…anda akan malas membaca sambungan rangkaian curhat yang tertindas ini, J  karena sikap  inconsistent seseorang yang menimpa saya. Namun itulah hidup, sikap bijak amat sulit diterapkan, dan amat tersulit lagi jika tidak disikapi sepeti itu,bagaimana dengan Anda sendiri?

About awitara

saat ini masih sebagai mahasisa aktif di salah satu perguruan ringgi negeri di Bali. kegiatan sehari-hari ngeliput kegiatan mahasiswa, koz aktif di pers mahasiswa dan mengasuh terbitan majalah "brahmastra". selain itu, saya juga menyukai banyak hal tentang TI . suka menulis., membaca, nge-blog, diskusi , jalan-jalan dan berbagai hal yang menyenangkan. isi dalam blog saya ini rata-rata kumpulan artikel tulisan yang pernah di terbitkan di koran lokal maupun nasional. ya, itung-itung berbagi informasi dan sambil belajar nulis.

Posted on 04/12/2011, in Refleksi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: